Konflik Houthi - Arab Saudi

Juni 2018

Koalisi Arab menyerang Hodeidah, Yaman

Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, pada Rabu, 13 Juni 2018, melancarkan serangan darat, udara, dan laut ke kota pelabuhan Hodeidah di pantai barat Yaman yang diduduki milisi Houthi sejak tahun 2015.

Mereka mengklaim pasikan koalisi telah mencapai Distrik Nakhila dan hanya sekitar 4 km dari bandara Hodeidah. Mereka juga mengklaim sampai saat ini hanya mendapat serangan lemah dari Houthi. Mereka mengungkapkan bahwa serangan dengan nama sandi "Kemenangan Emas" itu hanya dilakukan dari selatan kota Hodeidah dan membiarkan utara kota itu kosong untuk memberikan jalan kepada milisi Houthi keluar dari Hodeidah menuju Sana'a. Televisi Al Arabiya melaporkan, pimpinan Houthi mulai lari menuju kota Sana'a.

Serangan ini dimulai setelah berakhirnya tenggat tiga hari yang diberikan Uni Emirat Arab (UEA) kepada Houthi untuk mundur dari kota Hodeidah. Tenggat berakhir pukul 24.00, Selasa, 12 Juni 2018, tanpa ada tanda-tanda milisi Houthi keluar dari Hodeidah.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan, kesabaran koalisi Arab telah berakhir setelah menempuh jalur politik dan diplomasi. Ia mengungkapkan, koalisi Arab menghendaki kota Hodeidah berada di bawah kontrol PBB, tetapi Houthi menolak permintaan koalisi Arab itu.

"Pembebasan kota pelabuhan Hodeidah merupakan langkah awal menuju pembebasan seluruh wilayah Yaman dari pendudukan milisi Houthi yang mengusung agenda asing," demikian keterangan pers pemerintahan Presiden Abdurabbuh Mansour Hadi. Keterangan pers tersebut juga menegaskan, pembebasan kota Hodeidah bakal menjadi awal bagi kembalinya jaminan keamanan di Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah.
—Musthafa Abd Rahman (14 Juni 2018) "Hodeidah Digempur" Kompas. Hal 11